Sifat-Sifat Cahaya (Kelas VIII)


Cahaya adalah komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa cahaya, bumi akan gelap dan tidak memungkinkan adanya kehidupan.

Menurut medianya, cahaya merupakan gelombang elektromagnetik (tidak membutuhkan media untuk merambat). Hal ini memungkinkan cahaya matahari dapat mencapai bumi meskipun melalui ruang angkasa yang hampa udara. Menurut arah rambatannya, cahaya merupakan gelombang transversal yang terdiri atas bukit dan lembah. (Berhubungan dengan materi di bab sebelumnya, kan?)

Benda yang memancarkan cahaya disebut sumber cahaya, sedangkan benda yang tidak memancarkan cahaya disebut benda gelap.

Cahaya memiliki beberapa sifat, yaitu:
1. merambat lurus
2. dapat dipantulkan
3. dapat menembus benda bening
4. dapat dibiaskan
5. dapat diuraikan.
Mari kita bahas satu per satu.

1. Merambat lurus
Jika kamu menyalakan sebuah senter dan mengarahkannya ke depan, kemanakah cahaya senter akan merambat? Pasti ke depan, dan tidak mungkin berbelok ke kanan, kiri, naik, ataupun turun. Hal ini membuktikan sifat cahaya yang pertama, yaitu merambat lurus.
Selain dalam penggunaan senter, sifat cahaya ini dapat dibuktikan dengan mengamati cahaya lilin melalui kisi (lubang kecil) seperti ditunjukkan gambar berikut:
Cahaya merambat lurus (1)

2. Dapat dipantulkan
Ketika benda terkena cahaya, cahaya yang mengenai benda akan dipantulkan. Jenis pemantulan terbagi menjadi dua, yaitu pemantulan teratur dan pemantulan baur (difus). Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang rata, licin, mengkilap. Pemantulan baur (difus) terjadi ketika cahaya mengenai permukaan yang tidak rata, kasar, atau bergelombang.
Pemantulan teratur dan pemantulan baur (2) 

Berlaku Hukum Pemantulan Cahaya yang berbunyi: 
1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada satu bidang datar 
2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

Pemantulan cahaya (3)

3. Dapat menembus benda bening
Menembus benda bening (4)
Cahaya dapat menembus benda bening. Adapun benda yang tidak bening tidak dapat ditembus oleh cahaya. Benda tidak bening akan memantulkan cahaya, sehingga apabila benda tersebut memantulkan cahaya hijau, maka mata kita akan melihat benda tersebut berwarna hijau. Warna benda yang kita lihat sesuai dengan spektrum warna yang dipantulkan oleh benda tersebut.


4. Dapat dibiaskan (dibelokkan)
Apabila cahaya merambat melalui dua medium yang berbeda kerapatannya, maka cahaya akan dibelokkan/dibiaskan.

Ada tiga kemungkinan yang terjadi pada peristiwa pembiasan, yaitu:
1. sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat dibiaskan mendekati garis normal;
2. sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis normal;
3. sinar yang datang tegak lurus bidang batas akan diteruskan tanpa dibiaskan.

 Pembiasan (5) 

Contoh peristiwa yang menunjukkan terjadinya pembiasan yaitu:
  • pensil yang dicelupkan sebagian ke air tampak seakan-akan patah
  • kolam air jernih tampak lebih dangkal dari sebenarnya
  • ikan di dalam akuarium tampak lebih besar dari sebenarnya
 Tampak patah (6)

5. Dapat diuraikan
Cahaya matahari yang tampak "putih" sebenarnya tersusun atas berbagai cahaya. Cahaya putih dapat diuraikan menjadi berbagai cahaya berwarna. Penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna disebut proses dispersi cahaya. Hal ini dapat kita amati dalam peristiwa terbentuknya pelangi. Selain itu juga dapat kita amati dengan melewatkan sinar ke prisma dispersi.
Pelangi (7)

Prisma dispersi cahaya (8, 9)


Untuk menguji pemahaman mengenai materi ini, cobalah mengerjakan kuis berikut:
Untuk kuis yang bergambar dan tampilan lebih menarik, klik: Disini.
Untuk kuis yang hanya tulisan (tampilan kurang menarik), klik: Disini.



*******

Sumber Gambar:
(1)
http://evawantiheni.blogspot.com
(2) http://fismath.com
(3) https://tentangfenomena.blogspot.com
(4) http://1401416360.blogspot.com
(5) https://www.berpendidikan.com
(6) https://www.fisikabc.com
(7) http://www.dewbow.co.uk
(8) https://igcseaid.wordpress.com
(9) https://www.tokopedia.com

Komentar